Bogor, 5 Maret 2024 – Sebuah insiden tragis terjadi di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, ketika seorang anak berusia 10 tahun, Aldi, meninggal dunia akibat luka bakar serius yang disebabkan oleh permainan berbahaya bernama Mercon Spirtus atau Bebeleguran Spirtus.

Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa sore (4/3/2024) di Kampung Koroncong, RT 001 RW 007, Desa Pamijahan. Saat itu, Aldi bersama teman-temannya bermain Mercon Spirtus sambil menunggu waktu berbuka puasa. Tanpa disadari, permainan tersebut menyebabkan percikan api yang membakar tubuh Aldi hingga lebih dari 80 persen.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melarikan Aldi ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, meskipun tim medis telah berupaya maksimal, nyawa Aldi tidak tertolong. Pada Rabu sore (5/3/2024) pukul 15.30 WIB, ia dinyatakan meninggal dunia.
Reaksi dan Seruan Pencegahan
Menanggapi kejadian ini, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, seorang pemerhati masalah sosial, menyampaikan keprihatinan mendalam dan menyerukan tindakan tegas dari pemerintah. Ia meminta Presiden Republik Indonesia, Jenderal H. Prabowo Subianto, untuk segera menginstruksikan Aparat Penegak Hukum (APH) agar melakukan razia terhadap peredaran Mercon Spirtus di seluruh Indonesia.
“Ini adalah permainan yang sangat berbahaya dan telah terbukti merenggut nyawa seorang anak. Anak-anak tidak menyadari risiko besar yang mereka hadapi saat memainkan permainan ini,” ujar Prof. Sutan Nasomal.
Selain itu, ia juga mengimbau para lurah dan kepala desa di seluruh Indonesia untuk lebih memperhatikan jenis permainan yang dimainkan anak-anak di lingkungan mereka. Menurutnya, Mercon Spirtus bukan sekadar mainan, melainkan ancaman serius yang bisa menyebabkan korban jiwa maupun kebakaran besar yang membahayakan permukiman warga.
Harapan untuk Masa Depan
Tragedi yang menimpa Aldi menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap permainan berbahaya yang beredar di kalangan anak-anak. Prof. Sutan Nasomal berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang di tempat lain.
“Kita semua harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Saya berharap pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat bersatu untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan anak-anak yang masih bermain Mercon Spirtus, guna mencegah korban jiwa berikutnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan orang tua serta peran aktif pemerintah dalam mencegah peredaran permainan berbahaya. Dengan adanya tindakan konkret, diharapkan tidak ada lagi nyawa anak-anak yang melayang akibat kelalaian dan kurangnya kesadaran akan risiko permainan berbahaya seperti Mercon Spirtus.
Prof. Sutan Nasomal















