Derapkalimantan.com – Jakarta, 2 Juli 2026 — Perkumpulan Profesor Teologia Nusantara (PPTN) resmi meluncurkan cetak biru kerja periode 2026–2030. Berbeda dengan sorotan pada target kuantitas atau pemerataan semata, Ketua Umum PPTN yang baru, Prof. Dr. Hoga Saragih, S.T., M.T., menekankan bahwa peningkatan jenjang akademik dosen teologi adalah syarat mutlak agar pemikiran iman mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan kebangsaan.
PANDANGAN UTAMA
“Teologi tidak boleh menjadi ilmu yang kaku, tertutup, atau hanya berbicara soal keselamatan pribadi. Ia harus hadir menjawab masalah nyata: persatuan bangsa, kesejahteraan sosial, toleransi, hingga etika di tengah kemajuan teknologi,” ujar Prof. Hoga Saragih saat memaparkan arah strategis.
“Kita tidak mengejar gelar demi gengsi. Seratus profesor, seribu lektor kepala, dan puluhan ribu tenaga pengajar yang berkualitas itu kita butuhkan agar ada lebih banyak pemikir teologi yang mampu berdialog dengan ilmu lain, berbicara di ruang publik, dan menjadi rujukan bagi masyarakat serta pembuat kebijakan,” tambahnya.
LANGKAH KERJA BERORIENTASI DAMPAK
Untuk mewujudkan hal tersebut, agenda kerja PPTN tidak hanya berfokus pada urusan administrasi jabatan, tetapi juga:
– Mendorong riset teologi yang berbasis konteks budaya dan tantangan Indonesia
– Membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan perguruan tinggi umum dan lembaga riset
– Menghasilkan gagasan yang mendukung moderasi beragama, persatuan, dan pembangunan berkelanjutan
– Melaksanakan lokakarya dan seminar bersama lembaga pemerintah untuk menyampaikan kontribusi pemikiran teologi dalam pembuatan kebijakan
IMPLEMENTASI DAN DUKUNGAN
Program kerja ini akan dijalankan secara bertahap mulai Juli 2026, dengan siklus kegiatan bulanan dan tahunan yang melibatkan seluruh cabang PPTN di 34 provinsi. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama telah menyatakan dukungan penuh, termasuk bantuan akses ke jurnal ilmiah dan fasilitas pelatihan.
“Kekuatan teologi nusantara terletak pada kemampuannya berakar pada Firman Tuhan sekaligus tumbuh di tanah keberagaman bangsa. Melalui rencana strategis ini, kita pastikan generasi penerus mampu memikul tanggung jawab besar itu untuk membangun Indonesia yang lebih baik, damai, dan sejahtera,” pungkas Prof. Hoga Saragih.
/JS















