Jakarta, 2 Oktober 2025, DerapKalimantan.com
Sejumlah perwakilan masyarakat pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengaku kecewa atas pelayanan publik di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Kekecewaan itu muncul setelah rombongan mereka tidak dilayani saat hendak mengajukan pertemuan dan koordinasi di kantor Dirjen Migas, Jakarta.
Rombongan yang terdiri dari penggiat masyarakat dan perwakilan masyarakat adat pesisir tersebut datang ke Jakarta dengan tujuan menyampaikan sejumlah laporan terkait persoalan lahan, hutan ulayat, serta regulasi distribusi LPG 3 kg bersubsidi di wilayah pesisir Berau.
Menurut penjelasan resepsionis Dirjen Migas sebagai penerima tamu menyampaikan kepada warga pesisir Kaltim di Kabupaten Berau bahwa saat ini tidak ada pejabat atau staf humas padahal pada saat itu masih jam kerja.
Menurut keterangan Jakaria, Ketua Koperasi Merah Putih Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, sekaligus perwakilan rombongan, mereka ingin meminta arahan terkait mekanisme perizinan keagenan LPG 3 kg. Pasalnya, pasokan gas bersubsidi di wilayah pesisir Berau kerap mengalami kelangkaan dan keterlambatan distribusi.
“Kami datang jauh-jauh dari Berau dengan biaya sendiri, bukan menggunakan dana pemerintah atau uang rakyat. Niat kami hanya ingin berkordinasi dan meminta petunjuk agar distribusi gas LPG 3 kg lebih mudah di daerah pesisir. Tapi, alasan yang kami terima, tidak ada pejabat atau staf yang bisa menemui kami. Itu sangat mengecewakan,” ujar Jakaria kepada redaksi DerapKalimantan.com dengan nada kesal.
Jakaria juga mengakui rombongannya tidak mengirim surat resmi sebelum berkunjung. Namun, menurutnya, hal tersebut semestinya tidak menjadi alasan untuk menolak kedatangan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Seharusnya pemerintah pusat, khususnya Kementerian ESDM, bisa memberikan kesempatan bagi masyarakat daerah yang datang jauh-jauh ke ibu kota. Jangan sampai pelayanan publik di tingkat kementerian justru membuat rakyat merasa diabaikan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dirjen Migas Kementerian ESDM belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.***
Tim DK Pesisir Kaltim















