• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Ekonomi

Mata uang Rupiah akhir-akhir ini benar-benar sedang “sakaratul maut”. 

Admin by Admin
Mei 17, 2026
in Ekonomi, Nasional
0
Mata uang Rupiah akhir-akhir ini benar-benar sedang “sakaratul maut”. 
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Data Bloomberg mencatat rupiah sudah menembus level psikologis Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan Kamis (14/5/2026). Bahkan sehari sebelumnya sempat menyentuh level paling lemah dalam sejarah modern di Rp17.600 per dolar AS. IHSG pun ambrol 19,55% year-to-date, sementara pelemahan terjadi di tengah tingginya “risk premium” Indonesia yang membuat investor terbang ke negara tetangga.

Ini bukan pertama kalinya Indonesia berada di situasi genting. Yang menarik, saat rupiah nyaris “tumbang”, sebuah video lama Presiden ke-3 RI BJ Habibie kembali viral.

“Saya akan hadapi inflasi, suku bunga tinggi, nilai rupiah anjlok 20%. Makanan kurang, PHK banyak, ini lebih penting daripada pesawat terbang. Saya dahulukan ini dulu. Jadi saya ngalah untuk menang. Yang menang itu rakyat.”

Kalimat itu diucapkan Habibie dalam suasana krisis moneter 1998. 

Ia seorang engineer pesawat terbang, bukan ekonom. Namun ia menggunakan pendekatan “aeronautika” untuk membaca ekonomi: Rupiah ibarat pesawat yang sedang stall (kehilangan daya angkat). Jika tidak seimbang dan distabilkan lebih dulu, maka akan jatuh.

Habibie rela menunda proyek pesawat terbang ambisi terbesarnya demi prioritas menyelamatkan ekonomi.

Hasilnya? 

Rupiah merangkak naik dari Rp17.000 menjadi Rp6.500 per dolar AS. Pertumbuhan ekonomi naik dari minus 13,13% menjadi positif 0,79%, dan tingkat kemiskinan turun dari 24,2% menjadi 23,4% dalam masa pemerintahannya yang singkat.

Kini bandingkan dengan era Prabowo. Ketika rupiah tengah sekarat, kebijakan pemerintah justru berlawanan arah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang justru menyedot anggaran raksasa hingga Rp355 triliun pada 2026.

Kontribusi terhadap PDB? 

Hanya sekitar 0,06% sangat kecil dibandingkan dana yang digunakan.

Ekonom Celios bahkan menilai program ini lebih banyak menggeser pola konsumsi, bukan menciptakan permintaan baru.

Selain MBG, ada proyek Koperasi Merah Putih yang merekrut 30.000 manajer digaji APBN selama dua tahun. Anggaran gaji diambil dari sisa dana program yang belum terserap, tapi publik bertanya mengapa proyek gurih ini jalan sementara ekonomi sedang sakit parah?

Belum lagi proyek hilirisasi Rp116 triliun dan target ambisius tiga juta rumah per tahun yang dinilai overambitious.

BJ Habibie Menunda Ambisi, Mengalah untuk Menang

Habibie mengajarkan satu hal sederhana prioritas itu penting. Ketika pesawat akan jatuh, fokuslah menyelamatkan pesawat dan penumpang, bukan membangun kabin baru. Ia rela “ngalah untuk menang” karena yang menang pada akhirnya adalah rakyat. Kini, saat “pesawat” Indonesia kembali oleng, pilihan yang diambil justru kebalikannya, proyek jalan terus, rakyat diminta berhemat.

Akankah Indonesia selamat? 

Pertanyaan itu hanya bisa dijawab waktu. Namun satu hal yang pasti dalam badai, kapten yang baik tahu kapan harus melambat, kapan harus berbelok, dan kapan harus menunda perjalanan demi keselamatan semua penumpang.

Karena presiden bukan sekadar pemimpin, ia adalah nahkoda yang memegang kemudi.

“Dan dalam ombak setinggi gunung, menginjak gas terlalu dalam bukanlah tanda keberanian, melainkan resep untuk karam”.

#BJHabibie #Habibie #Prabowo #Rupiah

Post Views: 9
Tags: Presiden RI
Previous Post

POLDA KALTIM TANPA TOLERANSI: OKNUM POLISI TERJERAT NARKOTIKA, ANCAMAN PTDH MENANTI

Next Post

OKNUM POLRI TERJERAT NARKOTIKA, POLDA KALTIM: TAK ADA AMPUN, PROSES HUKUM DAN PTDH MENANTI

Admin

Admin

Next Post
OKNUM POLRI TERJERAT NARKOTIKA, POLDA KALTIM: TAK ADA AMPUN, PROSES HUKUM DAN PTDH MENANTI

OKNUM POLRI TERJERAT NARKOTIKA, POLDA KALTIM: TAK ADA AMPUN, PROSES HUKUM DAN PTDH MENANTI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Peliputan JCH 2026 Tanpa Honor, Wartawan Pertanyakan Anggaran Publikasi Kemenhaj Sumut

Peliputan JCH 2026 Tanpa Honor, Wartawan Pertanyakan Anggaran Publikasi Kemenhaj Sumut

Mei 17, 2026
Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi 

Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi 

Mei 17, 2026
Gubernur Kaltara Hadiri Pengukuhan IPIM Tarakan, Dorong Peran Imam Jaga Keharmonisan

Gubernur Kaltara Hadiri Pengukuhan IPIM Tarakan, Dorong Peran Imam Jaga Keharmonisan

Mei 17, 2026
Satu Pengedar dan Dua Pengguna Narkoba Diciduk Polres Binjai

Satu Pengedar dan Dua Pengguna Narkoba Diciduk Polres Binjai

Mei 17, 2026

Recent News

Peliputan JCH 2026 Tanpa Honor, Wartawan Pertanyakan Anggaran Publikasi Kemenhaj Sumut

Peliputan JCH 2026 Tanpa Honor, Wartawan Pertanyakan Anggaran Publikasi Kemenhaj Sumut

Mei 17, 2026
Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi 

Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi 

Mei 17, 2026
Gubernur Kaltara Hadiri Pengukuhan IPIM Tarakan, Dorong Peran Imam Jaga Keharmonisan

Gubernur Kaltara Hadiri Pengukuhan IPIM Tarakan, Dorong Peran Imam Jaga Keharmonisan

Mei 17, 2026
Satu Pengedar dan Dua Pengguna Narkoba Diciduk Polres Binjai

Satu Pengedar dan Dua Pengguna Narkoba Diciduk Polres Binjai

Mei 17, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • KementerianATRBPN
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pemprov Kalimantan Utara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Peliputan JCH 2026 Tanpa Honor, Wartawan Pertanyakan Anggaran Publikasi Kemenhaj Sumut

Peliputan JCH 2026 Tanpa Honor, Wartawan Pertanyakan Anggaran Publikasi Kemenhaj Sumut

Mei 17, 2026
Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi 

Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Literasi 

Mei 17, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In