Samarinda | Derap Kalimantan. Co – Warga Kota Samarinda tengah dihebohkan dengan dugaan beredarnya bahan bakar minyak (BBM) oplosan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, banyak pengendara motor dan mobil mengeluhkan kendaraan mereka mogok setelah mengisi BBM dari SPBU tertentu. Fenomena ini menjadi viral di media sosial, dengan banyaknya unggahan yang memperlihatkan warga membongkar tangki bahan bakar kendaraan mereka, menunjukkan warna BBM yang berbeda dari biasanya.(1/4).
Keluhan terkait kualitas BBM ini muncul secara masif di berbagai platform media sosial. Sejumlah pemilik kendaraan menyatakan mesin kendaraan mereka mendadak mati atau berjalan tersendat-sendat setelah mengisi BBM di SPBU tertentu dan melihat BBM yang di beli berwarna kecoklatan.Tak sedikit dari mereka yang harus membawa kendaraan ke bengkel untuk melakukan perbaikan, yang tentunya menguras biaya tidak sedikit.
Kejadian ini semakin menimbulkan keresahan, terutama di momen menjelang Idulfitri, ketika masyarakat ingin bersilaturahmi dengan sanak keluarga. Banyak warga merasa dirugikan karena kendaraan mereka rusak, sehingga perjalanan menjadi terhambat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik dari pengelola SPBU maupun Pertamina sebagai pemasok BBM. Masyarakat pun merasa bingung harus mengadu ke mana, terutama karena tidak ada bukti berupa nota pembelian BBM dari SPBU yang bisa dijadikan dasar pengaduan. Alhasil, keluhan lebih banyak disampaikan melalui media sosial, meskipun tanpa adanya tindak lanjut konkret dari pihak berwenang.
Menanggapi situasi ini, masyarakat berharap pemerintah melalui dinas terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU yang diduga menjual BBM oplosan. Warga mendesak agar uji laboratorium terhadap sampel BBM segera dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya unsur pencampuran yang merugikan konsumen.
Jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam mencampur BBM dengan zat lain yang dapat merusak mesin kendaraan, masyarakat meminta pihak berwenang memberikan sanksi tegas kepada pengusaha SPBU yang terlibat. Mereka juga mendesak adanya jaminan perlindungan konsumen agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Untuk mencegah keresahan yang lebih luas, pemerintah diharapkan segera turun tangan. Selain melakukan pemeriksaan ke SPBU, pihak Pertamina juga perlu memberikan klarifikasi terkait dugaan BBM oplosan ini. Masyarakat pun diimbau untuk lebih teliti dalam membeli BBM dan menyimpan bukti transaksi sebagai langkah antisipasi jika ada kejadian serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai temuan ini. Masyarakat pun terus menunggu langkah nyata dari pemerintah dan Pertamina untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cepat dan transparan.(**)
Tim Derap Kalimantan.















