MAKASSAR — Pernyataan Lawyers Chiko saat melakukan siaran langsung di TikTok menuai reaksi dari Basri Daud, yang akrab disapa Daeng Basri. Ketua MMA sekaligus Ketua Body Guard Gowa tersebut menyatakan keberatan atas perkataan yang dinilainya merendahkan harga diri masyarakat Sulawesi Selatan.
Dalam pernyataannya, Daeng Basri menegaskan bahwa persoalan harga diri masyarakat Sulawesi Selatan bukan hal yang bisa dianggap sepele. Ia menyampaikan sikap tegasnya sebagai orang Makassar yang merasa tersinggung dengan perkataan tersebut.
“Kau injak harga dirinya saudara-saudaraku, dan saya sebagai orang Makassar tidak terima,” tegas Daeng Basri.
Tak berhenti pada pernyataan keberatan, Daeng Basri juga secara terbuka menantang Lawyers Chiko untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui sparing di atas ring. Tantangan itu disampaikannya dengan nada berani, sekaligus menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi tiga ronde.
“Ayo kita sparing di atas ring. Tidak jago, tapi saya gandako memukul tiga ronde kalau mau!” demikian pernyataan Daeng Basri.
Sikap Daeng Basri tersebut menunjukkan besarnya reaksi yang muncul akibat perkataan yang dianggap menyentuh harga diri masyarakat Sulawesi Selatan. Namun, duduk perkara dan konteks lengkap pernyataan Lawyers Chiko tetap perlu dilihat secara utuh agar persoalan ini tidak berkembang berdasarkan potongan pernyataan semata.
Tantangan sparing tersebut pun perlu ditempatkan dalam konteks olahraga bela diri yang mengutamakan aturan, keselamatan, dan sportivitas. Jika kedua pihak ingin menindaklanjuti tantangan itu, penyelesaiannya semestinya dilakukan melalui kesepakatan yang jelas dan prosedur resmi, bukan melalui aksi kekerasan di luar ring.
Bagi Daeng Basri, persoalan ini menyangkut harga diri yang menurutnya telah tersinggung. Meski demikian, perkembangan selanjutnya, termasuk tanggapan Lawyers Chiko, masih perlu dikonfirmasi agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak mendahului fakta.
(((( Robby Rambi ))))















