Berau, DerapKalimantan.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah pedalaman Berau dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Kelay meluap, mengakibatkan banjir besar di sejumlah kampung. Akibatnya, beberapa kampung dan fasilitas pendidikan terdampak parah, termasuk beberapa sekolah yang hampir tenggelam hingga atapnya, Rabu, (26/3).
Wilayah Banjir Terdampak Meluas, Sekolah dan Rumah Warga Ikut Terendam.
Banjir yang datang sebagai kiriman dari hulu Sungai Kelay merendam sejumlah kampung, di antaranya Long Ayan, Long Lanuk, Nyapa Indah, Lesan Dayak, Tumbit, dan Siduung Indah Segah. Banjir juga telah masuk ke rumah-rumah warga, menyebabkan kepanikan dan upaya pengungsian ke tempat yang lebih tinggi.
Beberapa sekolah terdampak banjir parah, di antaranya:
SDN 002 Long Lanuk di Nyapa Indah, yang mengalami kerusakan pada ruang kelas, kantor, UKS, dan perpustakaan, SD Long Ayan, terendam banjir, SDN 003 Tumbit dan SD 001 Lesan Dayak, yang juga mengalami dampak serupa dengan bangunan yang terendam air.
Banyak guru yang tinggal di lingkungan sekolah terpaksa mengungsi karena sekolah mereka terdampak banjir. Hingga kini, belum ada bantuan baik dari pemerintah daerah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, banjir tersebut diminta menjadi perhatian serius dari Pemda.
Menurut warga, banjir seperti ini bukan pertama kali terjadi. Setiap tahun, wilayah-wilayah di sekitar Sungai Kelay selalu mengalami luapan air saat intensitas hujan tinggi. Namun, hingga saat ini, bantuan dari pihak terkait masih belum terlihat, bantuan dari pemerintah tak kunjung datang.
“Kami masyarakat yang ada berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, terutama untuk membantu para guru dan sekolah yang terdampak,” ujar salah satu warga yang ikut mengungsi.
Dengan kondisi air yang belum surut, masyarakat dan tenaga pendidik di wilayah terdampak berharap adanya langkah cepat dari pemerintah dan organisasi terkait, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Berau, untuk memberikan bantuan dan solusi dalam menghadapi bencana banjir yang terjadi saat ini. (**).
Jurnalis:Marihot.















