• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Daerah

Sengketa Tanah Adat Daliun Memanas, Kopdes Merah Putih Dumaring Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan

Admin by Admin
Mei 24, 2026
in Daerah
0
Sengketa Tanah Adat Daliun Memanas, Kopdes Merah Putih Dumaring Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERAU — Polemik sengketa tanah adat Daliun di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, kembali memanas. Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Dumaring bersama tokoh masyarakat adat Dumaring akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi terkait tudingan dugaan perambahan dan penguasaan lahan adat yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Ketua Kopdes Merah Putih Dumaring, Jakaria, menegaskan bahwa pihak koperasi tidak pernah melakukan penggusuran maupun perampasan tanah adat sebagaimana tuduhan yang beredar di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan lahan dilakukan berdasarkan proses yang dianggap sah oleh masyarakat Dumaring.

Menurut Jakaria, pengelolaan lahan tersebut bermula dari hibah yang diberikan almarhum Antonius, tokoh Suku Dayak Basap selaku pemilik ulayat Daliun, kepada masyarakat Dumaring. Selanjutnya, lahan hibah itu diserahkan kembali kepada Kepala Adat Dumaring, M. Asri, dan diketahui oleh Kepala Kampung Dumaring.

“Lahan itu kemudian dipercayakan kepada Koperasi Desa Merah Putih Dumaring untuk dikelola dan dibangun sebagai infrastruktur ketahanan pangan demi kepentingan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Jakaria kepada wartawan, Jumat (23/5/2026).

Ia juga menyayangkan koperasi yang dipimpinnya justru menjadi pihak yang disalahkan dalam konflik tersebut. Menurutnya, Kopdes Merah Putih Dumaring bersama masyarakat memiliki dokumen pendukung terkait pengelolaan lahan adat Daliun.

“Sementara itu, dugaan penjualan lahan adat justru dilakukan oleh oknum dari pihak keluarga adat di Kecamatan Talisayan. Kami memiliki bukti penjualan tanah adat Daliun lengkap dengan dokumen serta stempel yang digunakan dalam transaksi tersebut,” ungkapnya.

Tokoh Adat Dumaring Bantah Klaim Daliun Masuk Wilayah Bumi Jaya

Ketua Adat Dumaring, M. Asri, turut membantah klaim yang menyebut tanah adat Daliun berada di wilayah Bumi Jaya. Ia menegaskan bahwa Bumi Jaya merupakan kawasan transmigrasi dan bukan wilayah adat masyarakat Dayak Basap Pesisir.

“Kami perlu meluruskan bahwa pemilik sah tanah adat Daliun adalah masyarakat asli Dumaring. Bumi Jaya itu kawasan transmigrasi, bukan wilayah adat Dayak Basap Pesisir,” tegas M.Asri.

Ia juga mengkritisi keberadaan istilah “Ketua Adat Kecamatan” yang disebut pernah dikukuhkan oleh Sultan beberapa tahun lalu. Menurutnya, dalam struktur adat tidak dikenal jabatan kepala adat di tingkat kecamatan.

“Dalam adat, yang ada adalah kepala atau ketua adat di tingkat kampung. Struktur adat tidak sama seperti pemerintahan formal. Ini perlu diluruskan,” katanya.

Pernyataan tersebut diperkuat sejumlah tokoh masyarakat Dumaring yang menilai telah terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat terkait status tanah adat Daliun.

Dalam kesempatan yang sama, masyarakat Dumaring juga menyoroti keterlibatan Kesultanan Sambaliung yang dinilai tidak bersikap arif dalam penyelesaian sengketa tanah adat Daliun.

Masyarakat menilai Kesultanan Sambaliung tidak memiliki keterkaitan historis maupun kewenangan langsung terhadap tanah adat yang diklaim sebagai wilayah masyarakat adat Dayak Basap Pesisir Dumaring.

“Kami kecewa karena keputusan diambil sepihak tanpa melibatkan Ketua Adat Dumaring maupun tokoh masyarakat setempat. Seharusnya semua pihak dipanggil untuk duduk bersama agar konflik tidak semakin melebar,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.

Masyarakat juga menyayangkan apabila ada pihak-pihak tertentu yang dinilai menggiring nama Sultan hingga seolah dibenturkan dengan masyarakat adat Dumaring sendiri.

“Bagaimanapun Sultan adalah tokoh yang kami hormati. Karena itu, sangat disayangkan jika ada pihak di belakang yang membawa dan menggiring tokoh kearifan lokal seperti Sultan untuk kemudian dibenturkan dengan masyarakatnya sendiri,” ujarnya.

Menurut warga, dugaan ketidaknetralan tersebut berkaitan dengan pengesahan jabatan Kepala Adat Kecamatan Talisayan oleh pihak Kesultanan Sambaliung, sementara keberadaan kepala adat tingkat kecamatan itu disebut tidak pernah diakui oleh masyarakat Dumaring.

Di tengah polemik sengketa lahan, masyarakat Dumaring juga menyatakan penolakan terhadap perpanjangan Rencana Kerja Tahunan (RKT) PT Sumalindo yang disebut telah habis masa berlaku pada Februari 2025 lalu.

Penolakan itu dipicu kekecewaan masyarakat terhadap perusahaan yang dinilai belum merealisasikan sejumlah janji selama puluhan tahun beroperasi di wilayah tersebut.

Beberapa tuntutan masyarakat antara lain:

* Dana kompensasi dan bagi hasil sebesar Rp500 juta per hektare,

* Program pendidikan gratis hingga jenjang sarjana,

* Pembangunan rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya.

Masyarakat juga membantah kabar yang menyebut mereka telah menerima hibah dari PT Sumalindo.

“Kami tidak pernah menyampaikan menerima hibah dari PT Sumalindo. Seharusnya pemberitaan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang bersengketa agar informasinya berimbang,” ujar salah seorang warga.

Merasa nama baik koperasi dicemarkan, pihak Kopdes Merah Putih Dumaring menyatakan siap menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan tanpa dasar.

“Kami akan menuntut balik pihak-pihak yang mencemarkan nama baik koperasi. Kami memiliki bukti dan siap membukanya melalui jalur hukum,” tutup Jakaria.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam polemik tersebut, maupun pihak yang mengatasnamakan Kepala Adat Kecamatan Talisayan terkait tudingan yang disampaikan masyarakat Dumaring.

Jurnalis DK  Pesisir

Post Views: 6
Tags: #Berita daerah
Previous Post

A-PPI Sumut Hardep angkat bicara Pemadaman Massal Sumbagut Rugikan Semua Kalangan, Kepala & Direktur harus Bertanggung Jawab  

Admin

Admin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Sengketa Tanah Adat Daliun Memanas, Kopdes Merah Putih Dumaring Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan

Sengketa Tanah Adat Daliun Memanas, Kopdes Merah Putih Dumaring Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan

Mei 24, 2026
A-PPI Sumut Hardep angkat bicara Pemadaman Massal Sumbagut Rugikan Semua Kalangan, Kepala & Direktur harus Bertanggung Jawab   

A-PPI Sumut Hardep angkat bicara Pemadaman Massal Sumbagut Rugikan Semua Kalangan, Kepala & Direktur harus Bertanggung Jawab  

Mei 24, 2026
Buku Socratez Yoman Disebut Selaras dengan Narasi Film Dokumenter “Pesta Babi”

Buku Socratez Yoman Disebut Selaras dengan Narasi Film Dokumenter “Pesta Babi”

Mei 24, 2026
Resmikan Panti Marhaenis dan Lantik Pengurus, KBM Karanganyar Siap Ekspansi Organisasi hingga Tingkat Kecamatan

Resmikan Panti Marhaenis dan Lantik Pengurus, KBM Karanganyar Siap Ekspansi Organisasi hingga Tingkat Kecamatan

Mei 24, 2026

Recent News

Sengketa Tanah Adat Daliun Memanas, Kopdes Merah Putih Dumaring Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan

Sengketa Tanah Adat Daliun Memanas, Kopdes Merah Putih Dumaring Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan

Mei 24, 2026
A-PPI Sumut Hardep angkat bicara Pemadaman Massal Sumbagut Rugikan Semua Kalangan, Kepala & Direktur harus Bertanggung Jawab   

A-PPI Sumut Hardep angkat bicara Pemadaman Massal Sumbagut Rugikan Semua Kalangan, Kepala & Direktur harus Bertanggung Jawab  

Mei 24, 2026
Buku Socratez Yoman Disebut Selaras dengan Narasi Film Dokumenter “Pesta Babi”

Buku Socratez Yoman Disebut Selaras dengan Narasi Film Dokumenter “Pesta Babi”

Mei 24, 2026
Resmikan Panti Marhaenis dan Lantik Pengurus, KBM Karanganyar Siap Ekspansi Organisasi hingga Tingkat Kecamatan

Resmikan Panti Marhaenis dan Lantik Pengurus, KBM Karanganyar Siap Ekspansi Organisasi hingga Tingkat Kecamatan

Mei 24, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • KementerianATRBPN
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pemprov Kalimantan Utara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Sengketa Tanah Adat Daliun Memanas, Kopdes Merah Putih Dumaring Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan

Sengketa Tanah Adat Daliun Memanas, Kopdes Merah Putih Dumaring Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan

Mei 24, 2026
A-PPI Sumut Hardep angkat bicara Pemadaman Massal Sumbagut Rugikan Semua Kalangan, Kepala & Direktur harus Bertanggung Jawab   

A-PPI Sumut Hardep angkat bicara Pemadaman Massal Sumbagut Rugikan Semua Kalangan, Kepala & Direktur harus Bertanggung Jawab  

Mei 24, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In